Sabtu, 24 November 2018

Salahmu

kau mengatakan,
jangan mencintaimu dengan sangat
karna nantinya
kau mengecewakan.

lalu, bagaimana bisa aku melakukan?
ketika sudah mu terlanjur menemukan sebagian
sebagian yang hilang
dikamu?

seenak itu menepis rasaku
semudah itu mengatakan tak mencinta
semudah itu hatimu tega

jikapun bisa,
aku ingin berhenti sedari dulu
tidak mencintaimu
tidak mengenalmu
tidak terbiasa menatapmu

tapi, ini salahmu
kamu yang mengambil hatiku
kamu yang mengejarnya
kamu yang entah itu berpura pura atau memang kamu memperjuangkannya

tapi kamu pula,
yang mengecewakannya
membuat seolah ini tidak akan berakhir menjadi apa apa
kamu yang menuntutku menjauh
hingga aku tak bisa merengkuh
bagaimana aku menjadi aku.

kuat tak kuat,
cinta tak cinta,
sayang tak sayang,
aku terlalu jauh
sampai dititik ini

kembali kepada siapa,
kuanggap kau rumah.

berbalik kearah siapa,
kuanggap kau tujuan.

maju menuju apa,
ternyata aku tidak pernah menjadi dermaga.

aku membencimu.
seterusnya.

Kamis, 08 November 2018

Kembali Asing

Kita kembali pada titik ini,

titik dimana,
aku tak mengenalmu lagi.

titik dimana,
engkau adalah berbeda.

titik dimana,
aku merasa aku bukan siapa-siapa.

titik dimana ,
segala pesan tidak bermakna.

titik dimana ,
aku tetap ingin kau ada tapi nyatanya tidak.

Harus dimulai dengan apa aku menuliskanmu?
dimulai dengan kekecewaanku, ketidakpahamanmu , kemudian saling diam kita?

terlalu naif menceritakan disini sedangkan mengatakan padamu saja aku bisa.

kita itu, satu masih dalam ego, satu masih dalam harapan yang terlalu dalam.

ah aku ini nulis apa. gajelas

Minggu, 28 Oktober 2018

aku menyakitimu?

kupikir berulang ulang kali,
kudalami sedalam mungkin,
kuresapi setiap apa yang ku lewati.

kau mengatakan,
aku menyakitimu?

padahal, seingatku...
aku adalah yang selalu mengusahakan prioritasmu.
kemudian
aku adalah yang lupa diriku untukmu
dan,
aku adalah yang tidak lagi menomor satukan bahagiaku setelah orangtuaku selainmu.

bukanya,
selama ini...
aku yang terus dibuat menangis?
oh,atau mungkin..
menangisnya perempuan bukan selalu berarti dia sakit dan disakiti?
berbalik, dengan tangis nya perempuan adalah bukti ia menyakiti?

bukanya,
selama ini...
aku berusaha menuruti apa yang dikau hendaki,
jika salah , aku yang kau gerutui..
memangnya, membaik itu mudah?

bukanya,
selama ini...
aku menjaga hati, menjaga diri..
untuk siapa? kau tidak percaya?

hanya karna aku lupa diri sesekali bukan berarti aku seterusnya seperti itu, sayang..
hanya karna aku tidak menatapmu sesekali kemudian aku berpaling darimu, sayang..
hanya karna aku salah bicara dengan yang lain,bukan berarti aku tidak lagi menghargai adamu, sayang..

aku harus menjelaskan dengan apa?
kata saja tak mau kau dengar,
pembelaan apa lagi.

hampir hampir, rasanya ingin kubenarkan saja apapun yang kau tuduhkan padaku.
lelah membela diri sendiri, toh akhirnya tetap padaku salah ditujukan, dan kelukaan disangkakan padaku.

Minggu, 21 Oktober 2018

Sampai aku mati?

Entah ya,
sudah keberapa kali hal yang sama terjadi.

aku dibatasi egomu, selalu seperti itu.
tidak ada yang pernah benar dari aku.
yang selalu benar adalah penglihatanmu yang disertai egomu.

tidak pernah ada untukku kesempatan mengutarakan,membenarkan atau menyatakan kesalahanku.

yang ada hanya egomu, amarahmu , emosimu dan kamu yang menang dengan demikian itu.

untuk apa ada aku disini?
hanya untuk kau salahi?

untuk apa aku berlama lama disini?
untuk jadi tempatmu meluapkan emosi?

untuk apa aku diciptakan tuhan disertai hati?
untuk jadi tempatmu menyakiti?

sampai kapan?
sampai kapan kamu hanya memandang dari sisimu?
sedang aku tak ada ruang untuk mengekspresikan AKU.

kau ini, sebenarnya mencintai aku atau membenciku dengan dalih mencintaiku?

ingat umur, kau sudah bukan lagi kanak kanak yang bisa marah kapan saja dan dengan alasan apa saja.

umur mu sudah bukan umur seperti itu,sayang...

banyak banyaklah memandang sisi orang lain,
banyak banyaklah mendengarkan yang tak kamu lihat,
berusahalah menerima, jangan hanya ingin diterima...

sayang,
jangan lagi ada marah.
kau tak lelah?
kau tak ingin memelukku saja?

sudahlah,sudah............

Sabtu, 06 Oktober 2018

Dimatamu,aku itu APA?

ini sebenarnya,
efek dari kerinduan yang tak berujung
atau memang keegoanmu yang tak kunjung meredup?

hanya ada salah dan salah aku dimatamu,
hanya ada cemburu dan ragu aku dihadapmu,
hanya ada aku yang tak pernah baik bagi hatimu.

padahal,
dibalik itu.
ada yang tak pernah kau lihat sisiku,
ada kebenaran yang tak pernah kau iyakan,
ada alasan yang tak mau kau dengarkan.

kau hanya ingin menangmu,
hanya ingin dituruti kemauanmu,
aku hanya ada dibawahmu,
tak pernah ada disampingmu.

aku lelah,iya.
lelah sekali.
aku ingin berhenti.

Senin, 24 September 2018

Hai

hai..

apa kabarmu hari ini?
berat kah? sebagaimana hariku?
ah,kurasa hanya aku yang berlebihan memaknai segala perjuangan dengan berat.

kamu, tetap bersediakan selalu ku tulis disini?
ya harusnya sih,iya..

memang, wanita mana yang sudi menuliskanmu puisi selain aku? hehe

bagaimanapun,
disini adalah tempatku.
tempat ternyaman kedua bagiku setelah tuhanku.

dan..
menuliskan tentangmu disini, adalah wujud ku memberikan cara mencintaimu yang tak henti.
jadi,biar bisa ku baca tiap kali.
setiap ada rindu yang membebani, atau untuk meredam emosi tiap kita berkelahi.

suatu saat, ketika aku tidak ada..
kau akan menemukan catatannya,segalanya.

dan, untuk sekarang.
izinkan aku menuliskannya hingga menyelesaikannya,
untukmu^^

selamat malam,aku rindu.

Selasa, 18 September 2018

Jahat

yang aku pahami selama ini,
aku adalah yang tidak pernah disyukuri,
hadir maupun pergi bukan lagi persoalan yang membebani.
ada maupun tiada, bukan lagi menjadi urusan membelitkan.

pada intinya,
aku adalah yang tidak pernah di inginkan.
sebaik apa, sematimatian apa aku memperjuangkan,
akhirnya,
bukan untuk aku segalanya ditujukan.

aku? kurang apa?

mencintaimu dengan sungguh aku bisa.
menunggumu aku bersabar.
menghadapi kerasmu aku melunak.
berhadapan dengan egomu aku memilih mengalah.

jikapun,
menurutmu yang lain adalah lebih bisa menerimamu,
yang lain lebih mampu bersabar menghadapimu,
dan yang lain lebih bertabah diri menghadapimu,
bersamai ia, jangan lagi bersamaku.

apalah aku..
wanita paling suka berlemah diri,
tak kuat dengan segala bentuk cemburu hati,
tak paling bisa membendung segalanya seorang diri,
diam menjadi aji paling terbaik ketika tersakiti.

ya memang,
apa bisaku?
nyatanya, aku tak pernah cukup dimatamu.
berbalik dengan mu dimataku,
engkau adalah cukup yang lebih
engkau adalah yang tidak dibandingkan dengan yang lain
engkau adalah yang menang sekalipun tidak ada perlombaan
engkau adalah yang...
terbaik.

engkau selalu indah dimataku,
selalu menjadi bagian dari doaku,
selalu menjadi bagian dari tujuanku,
dan kuharapkan menjadi akhirku.

sekalipun,
terlampau banyak lakilaki kuhindari,
terlampau banyak tawaran kebahagiaan dari hati yang lain,
dan terlampau banyak yang lebih baik.
tapi,
dimataku,
hanya engkau.
cukup bagiku.

ternyata,
aku terlalu pemaksa.
kembali kepada faktanya,
aku tak pernah cukup bagimu.
selalu ada yang baik menurutmu,
selalu ada yang lebih diatasku,
dan selalu, bukan aku yang kamu mau.

Padahal, bukan kali ini saja aku disakitimu.
terlampau banyak kali lagi yang lain kau sakiti,
ah aku cupu memang, menangis lagi dan lagi..
seakan baru kali ini disakiti.
padahal kan,
berulang kali...

kau jahat.
kau itu jahat.
bisa bisanya,
memandang wanita lain
dan berharap membersamainya
ketika aku,
bersusah diri menghadapimu,menunggumu,tabah denganmu, dan mengalah atasmu..

kau jahat,
teramat jahat.
ketika aku berbangga diri membanggakanmu didepan mereka,
engkau berbalik membanggakan mereka didepanku.
wanita mana yang kuat hatinya ?

berbalik arah lah,
lihat aku.
lihat mataku.
lihat tiap apa yang aku perjuangkan untukmu!
lihat tiap sakit yang terus aku sabari!
lihat,
matamu fokuskan saja ke aku, ke sakitku.
jangan kepada yang lain,yang diatasku.
karna akan selalu ada yang lebih baik ketika engkau hanya berfokus pada kurangku,lemahku, dan ketidakberdayaanku.

Rabu, 12 September 2018

Ingin

sore ini,
seperti biasanya.
ada ilmu yang harus aku sampaikan,kepada mereka yang memang membayarku untuk itu.
padahal, sebenarnya akupun tidak dibayar tidak mempersalahkannya,aku hanya ingin menjadi yang bermanfaat.

langsung saja,aku tidak punya kata kata untuk memperpanjang ini cerita.
adzan sudah memanggil, ku hentikan sejenak kegiatanku dengan anak mungilku yang masih bergelut dengan pembagian yang sistem zaman sekarang makin dipersulitkan.

biasanya, kami sholat berdua. dan aku imamnya, sekalipun  hanya membaca surat surat pendek harian yang mungkin ia sudah hafal.

tapi,
kali ini berbeda.
ia enggan,
ia memilih menggelar sajadahnya bersama ibunya.
yah,aku tidak mempersalahkannya pula,barangkali ia sedang ingin membiarkanku sholat sendirian.

tapi, ketika kuambil air wudhu, Farah namanya, adik dari ia yang aku bimbing dalam matapelajarannya memegangkanku selang untuk berwudhu.
aku suka poni ratanya, aku sayang dengan pipi gembulnya, dan aku sangat bahagia memandang bulu matanya yang mengingatkanku pada seseorang.

aku senang, ia mau membantuku sekalipun hanya memegangkan selang untukku wudhu.

tapi,ternyata..
farah lebih dari itu.
"mbak,farah mau juga wudhu"
Allah, Aku sayang anak ini, shalihahkan dia. kataku dalam hati

kuiyakan permintaannya, kuajari ia dari membasuh tangan hingga kaki,berurutan.
lucunya, ketika berkumur&istinshaq ia bukan melakukannya melainkan menelan airnya hingga batuk berulang kali .
apa yang bisa aku lakukan kecuali tertawa?

selepas mencuci kaki farah, ku gendong ia. sungguh nak,kau berat sekali,batinku.
ku lekaskan diri memakai mukenah dan menggelar sajadah, begitupula farah,kupakaikan ia mukena hijau apel nya tapi apa daya, poninya tetap saja keluar dari mukena.
tapi itu menambah sisi kelucuannya.

ku kumandangkan takbir,
ku bacakan pelan surat alfatihah,
aku ternganga,
aku tak menyana,
Ketika ku lafaldzkan alfatihah Farah mengikutinya, dengan logat asli anak anak, dengan makhraj yang apa adanya, dan dengan hafalan yang terbalik balik.
ia pula mengikuti sholat dari awal hingga akhir, tidak ada takbir yang ia lewatkan, tidak ada alfatihah yang tidak ia ikuti lafaldz kan, semua tuntas habis diucapkan bibir mungilnya.

salam kuucapkan, kami berdua menengadahkan tangan.
kemudian,ku amin kan doaku,begitupula farah.
"farah, nanti kalau sudah besar ingin berjilbab?"
"iya,mau".

Allah :')
ia bukan putriku, bukan darah dagingku
aku tak menemani bayinya,
tidak pula mengajari caranya berjalan,
tidak pernah pula merasakan kebingungan ketika ia demam,
tidak pernah pula sekalipun berbahagia mengajarinya menambah kosa kata.

tapi,
kenapa?
aku menyayanginya seperti putriku?
atau,
lebih tepatnya,
akan sangat bahagia ketika aku memiliki putri, yang ia bercita cita tinggi memakai hijab,menjaga dirinya, tertib sholatnya, dan tinggi ketakwaannya.

Allah, semoga engkau permudahkan tiap apa yang aku lakukan, tiap apa yang aku inginkan dan tiap apa yang sekiranya menurutMu demi kebaikan.

Rabbi Habli Mina Shalihiin

Senin, 10 September 2018

Nikmati Resikomu

Apapun yang berat hari ini,
adalah apa yang aku pilih kemarin hari.

apapun yang membuatku sedih saat ini,
akan menguatkanku esok hari.

apapun yang menyakitkanku malam ini,
adalah pendewasaan diri.

aku meyakini itu,

segala ini,
adalah dari apa yang aku pilih.

tapi,
rasanya,
aku selalu ingin mengeluh.
terlebih,
aku ingin bersandar dipundak,
didengarkan apa yang aku rasakan,
dikuatkan apa yang aku keluhkan,
dan diseka, apa yang mataku keluarkan.
tapi
rasanya
itu hanya impi saja,
entah kapan akan nyata.

dinding blog,
atau siapapun mata yang menatap ini,
maaf jika aku melemah diri,
dan maaf jika aku harus sampai pada titik selemah ini.

aku hanya ingin ditemani,
tapi akupun sadar diri,
bahwa bukan hanya aku saja yang merasakan,
ada banyak dada yang mungkin lebih merasakan beratnya membagi diri dan hati.

Allah,maafkan aku lagi.

Jumat, 07 September 2018

Tak sebanding

sudah bukan rahasia lagi kan apa yang aku tulis?
padahal kan, aku inginnya ini kau baca nanti. ketika kau teramat rindu.

ahsudahlah, biarkan saja.
semoga kau tidak jijik dengan tulisanku,
semoga kau tidak bosan aku terus menceritakanmu,
disini.
tempat terbaik setelah tuhanku,
tempatku bercerita,
tempatku bercengkrama,
dengan diriku sendiri.

kau harus tau,
bahwa sebaik apapun yang kutulis,
semanis apapun yang kutulis,
semenyentuh apapun yang kutulis,
rasaku tak bisa diucap hanya dengan ucap,
rasaku tak bisa terwakili hanya dengan tulisan sesepele ini,
rasaku sungguh,
lebih dari apa yang engkau kira.

Dan engkau,
percayalah.
hatiku, untukmu saja.

Jumat, 31 Agustus 2018

Lelah

Ada begitu banyak alasan
mengapa aku harus merasakan
kelelahan dan kebosanan.
dunia, sungguh.
aku membencimu.

ada yang rasanya terus menghantui,
tapi tak ada yang mengerti,
ada rasanya aku ingin istirahat,
tapi dunia seakan membuatnya kian sekarat.

memang ini pilihanku dulu,
membagi otakku untuk beberapa pilihan,
aku menikmatinya,
tapi aku lupa,
ada yang harus aku lebih cintai dulu,
diriku..

tapi sayang,
aku terlanjur mengorbankan diriku hanya untuk inginku,
diperbudak dunia,
di terbangkan angan,
dan kemudian,
dijatuhkan dalam ketersungkuran.

tidak ada yang mengerti,
tidak ada yang mendengar,
tidak ada yang peduli,
tidak ada yang menguatkan.

dan
aku sadar,

Allah satu satunya harapan
Allah satu satunya yang tak pernah enggan mendengar
Allah kekasihku
Allah kekuatanku.

Allah, kuatkan aku lebih dari ini
tabahkan aku lebih dari kemarin
sehatkan aku dari kesakitan
sembuhkan aku dari kemalasan
dan,
bahagiakan aku dengan surga.

Biar Allah saja

Rasanya,baru sejenak aku merasakan hadirmu kembali.
merasakan hangatmu lagi,
merasakan engkau ada disisi,kembali berbagi.
layaknya kemarin.

rasanya baru kemarin aku menganggap senyummu untukku.
rasanya baru kemarin pula, aku menganggap hatiku kembali utuh.

tapo faktanya,
Allah membalikkan hatimu kembali.
ya memang kuasa Allah untuk itu,
tapi rasanya,
seakan palu kembali menghujam,
seakan pisau kembali menyayat,
seakan garam kembali tertabur diatas luka.
rasa itu,
kembali..

aku tahu, kita berjarak bukan lagi soal remeh.
aku tahu, ada segala sesuatu didepan yang harusnya diperjuangkan,
bahkan hingga matimatian.
pun aku tau, kita tak seharusnya sedemikian.

bukannya aku menyerah,
aku hanya ingin meletakkan hatiku atasmu saja,
tak ingin kepada yang lainnya.

cukuplah bagiku Tuhanku, Orangtuaku, dan kamuku.
tidak dengan yang lain.
biar berhenti dikamu,saja.
tidak dilainnya.

Aku hanya bisa menulis disini,
menuliskan apa yang ku mau,
apa yang aku mampu,
dan apa yang aku butuh.

engkau adalah bagian banyak dari ceritaku,
bagian setengah penting setelah orangtuaku,
bagian terbahagia setelah senyum ibuku,
bagian teringin aku capai hingga akhirku.

jaga dirimu,hatimu,matamu dan segalamu.
aku masih sama,
wanitamu.
yang dengan akan sangat bangga ketika teguh menunggumu,
yang dengan akan sangat bangga mengusahakanmu didoa sujud dan otot tangannya. sekuatnya.

jadilah lelaki, yang tetap seperti ini.
kupercayakan hatiku,atasmu.

mas....

Kamis, 23 Agustus 2018

Acak Adut

Aku mengenalmu,
engkau masih sama seperti dulu.

teramat bodo amat dengan penilaian manusia,
kau hanya ingin menatapku saja.

terlebih,
rambutmu acak adut,mas
hehe

aku akan sangat bahagia, ketika kuingatkan engkau untuk mencukurnya,
tapi,
kau selalu membuatku terkesima,
dengan jawabannya..

kau hanya ingin dilihatku,
kau hanya ingin baik didepan mataku,
kau tidak ingin nampak baik didepan yang lain,
karna kau tau,
sangat tau,
aku pecemburu.

beruntung sekali hatiku kutempatkan padamu,
tau bagaimana harus menjaga,
tau bagaimana agar bahagia,
dan tetap masih pada batas wajar mencinta.

menatap rambutmu saja, rasanya jari jariku ingin terbang disana,
sesekali ikut mengacak-acaknya,
sesekali pula memanjakannya,
Hahaha.

sudahlah,
terlalu pagi untuk menceritakan mu disini,
tapi,terlalu berat pula untuk hanya diam ketika rindu menyeruak.
aku rindu.
seperti biasanya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Selamat Bertemu kembali

hehe

ku tak bisa tidur,
rasanya hanya ingin senyum senyum.

dinding blog pasti faham, siapa gerangan yang menjadi alasan.

ya,besuk adalah hari pertama

kita kembali
bertemu di tempat dimana kita ditemukan
dimana tempat engkau mulai diam diam mencuri perhatian
dimana tempat hatiku terpaut

hingga sekarang,
tak ada yang berubah,
semua masih sama
seperti awal.

aih,
bagaimana bisa aku jatuh sejatuh jatuhnya?
bagaimana bisa aku merasa terus berbunga bunga sekedar mengingatmu saja?
lalu,
bagaimana bisa aku terus mabuk kepayang ,
padahal,
kita tak saling berkabar..

lucu sekali kisah kita,
selalu ingin tertawa membayangkannya.
dan selalu ingin bersyukur dihadirkanmu.

sudah ya,
menceritakanmu tak ada habisnya.
aku siapsiap,
dandan yang cantik , biar kamu terus rindu denganku hehe

see u , mas..

- IAIN Surakarta, Tempat jatuh dan saling terpaut -

Senin, 13 Agustus 2018

Tak Ingin Lagi kah?

hari ini,
segalanya aku persiapkan,
sebaiknya..

akupun menerka-nerka,
apa yang semestinya aku perbincangkan,
apa yang semestinya aku sampaikan,
dan sampai pada tahap apa aku menahan kerinduan..

tak lupa,
aku mempersiapkan menatapmu,
melihat kembali wajah  yang kurindu,

tapi...

engkau tak ada.
engkau tak hadir.
engkau tak disini.

semenyebalkan ini merindukanmu,tuan?
menahan hingga aku,ah bosan.
namun,jika tidak,
aku harus apa?
memaksamu disini? sedang ada yang harus disana kau perjuangkan mati-matian?

katakan,
tolong katakan..

bahwa engkau masih ingin melihatku pula,
menceritakan kehidupan yang tak kubersamai,
menceritakan likaliku yang sendirian kau nikmati..

katakan pula,
bahwa engkau merindukanku jua.
bahwa engkau menahannya jua.
bahwa engkau merasakannya .

sekalipun kuucap sejuta kali sajak rindu, rasanya semua percuma.
tak ada gunanya,

jarak masih menang,atas segalanya.

jaga dirimu baik baik,
mas.
😢

Kamis, 09 Agustus 2018

Nisyfa Qolby

Entah ini sudah hari keberapa,
rasanya aku sudah tak ingin melewati segalanya sendirian,
tetapi, aku juga merasa bahwa aku pun belum terlalu pantas untuk kita di satukan,

aku bukan lah apa yang sebagaimana kau inginkan,
sedang engkau,
adalah apa yang mereka idam idamkan.

aku, hanya mengandalkan doa ditiap tahajud serta sujudku
mengaharapkan ridhoNya agar disatukanNya pula

aku, hanya mengusahakan apa yang mampu kugenggam dengan tangan,
mengusahakan dari sisi lain perekonomian sekiranya nanti mampu membantumu meringankan.

aku, hanya terus tanpa henti meminta,
agar RabbMu senantiasa menjagamu,
mensehatkanmu dari sakitmu,
memperlancar penjagaanmu atas kalam kalam sang ArRahman.

aku, yang sebisaku menjaga kepercayaanmu,amanahmu dan segala perasaan serta pertanyaan yang menghujamku.

jujur saja, banyak yang datang menawarkan yang menyenangkan.
tapi,
ah rasanya tak sama.
aku egois, aku ingin kau saja.

mendoakan kebaikan bagimu rasanya sudah lebih dari cukup..

Segeralah pulang, Nisyfa Qolby ku...

Selasa, 07 Agustus 2018

Menambah rindu

Kata siapa?
bahwa temu adalah obat rindu?

kata siapa?
bahwa mendengar suaramu adalah obat kelu?

kata siapa?
bahwa menatap mata&senyummu mampu menenangkan yang lesu.

aku mengingkarinya.
aku tak mempercayainya.
aku tak bisa menjadikannya patokan.

itu bohong.

bagiku,
temu hanya menambahi rindu.
menatapmu hanya menyempurnakan lesuku
dan menatap mata & senyummu, memperelok ketidakbisaanku tanpamu...

selain membisikkan namamu,
selain mendoakan kebaikan atasmu,
selain mengusahakan yang terbaik buatmu,

apa yang aku bisa?
apa yang akan aku tunjukkan nantinya?
apa yang akan aku banggakan didepanmu?
apa yang akan aku perlihatkan padamu sebagai Aku penunggu sejatimu?

aku tak punya apa apa.
pun aku tak kuasa atas apa.

aku hanya mampu mendoa,
aku hanya mampu berusaha,
aku hanya mampu melakukan segalanya,
dari sisi yang berbeda,
dari kejauhan,
yang tak kau pandang..

setengahku,
aku merindukanmu..
sungguh.....

😢

Senin, 06 Agustus 2018

Lagi

Demi Allah,
aku rindu..

aku ingin dikuatkanmu..
aku ingin,menatapmu..

Allah,
maafkan aku.

mencintai makhlukMu melebihi cintaku padaMu..

Allah, maafkan aku..

merindui makhlukMu melebihi rinduku pada Utusan mu yang Shiddiq..

Allah
Allah
Allah

jaga ia..
jaga ia..
dan,
jaga ia..

aku tak mampu lagi berkata selainnya..

aku tau, engkau lebih mampu menjaga atasnya,terlebihku dengan kekuranganku..

Allah
tuhanku..

Jaga hatinya...
kumohon...

Allah Allah Allah...
Maafkan aku,maafkan kami..

☹️

Jumat, 03 Agustus 2018

Semoga baik-baik saja

Hai,
apakabar?
lama tak bersua..
lama pula tak jumpa..

bagaimana harimu?
menyenangkan kah?

lalu,bagaimana kesehatanmu?
membaikkah?
jaga dirimu baikbaik disana,ya..

bagaimana apa pun yang engkau lalui?
beratkah?
menyenangkan kah?
mengesankan kah?
atau,
berbalik seperti yang tak kamu inginkan?

jika iya atau tidak,
tetap berceritalah,
aku ingin mendengarkannya,
aku ingin menyimaknya,
aku ingin menertawainya,
dan aku ingin,engkau membagikannya.

jika engkau tanya,
bagaimana dengan aku..

aku akan menjawab..

hari hari ku berat,

hari hariku penat,

hari hariku tanpamu,lagilagi...

mas,
mas,
mas........

semoga engkau mendengar,
bahwa aku ingin didengarmu.

semoga engkau mengerti,
bahwa aku ingin engkau disini,
mendengarkan tiap apa yang kan ku bagi.

mas,
jika ada kehadiranmu,
aku percaya,
apa yang aku sangga tak lebih berat dr ini.

mas,aku pun percaya,
jika ada mu disini akan menguatkan..

mas,
mas,
mas......

sungguh,
aku rindu.

Sabtu, 28 Juli 2018

Tetaplah seperti itu

tetaplah seperti itu,
kamuku yang menyebalkan
kamuku yang bebal
kamuku yang membatasi
kamuku yang mengaturi
kamuku yang mudah membenci
dan, kamuku yang tetap kembali
meskipun kau tau aku tak pernah mencapai pada kriteria baikmu selama ini

tetaplah teguh dengan segala alasan cemburumu
agar aku tau, bahwa disisi lain kerasmu, ada secuil atau bahkan sebagian besar bagianmu adalah menyayangiku hingga sampai pada fase tak mau meninggalkanku

tetaplah selalu berusaha membatasiku,
selalu menjelaskan bagaimana seharusnya garis batasan batasan yang tak boleh ku lewati,
agar aku tau, bahwa engkau menjagaku.
bahwa engkau tak ingin aku jauh, bahwa engkau ingin aku tetap ada,bersama, seirama.

tetaplah selalu berusaha marah padaku,
marah pada salahku, marah pada sikapku dan marah pada lalaiku.
agar aku tau, bahwa engkau selalu menginginkan yang terbaik untukku.

jika engkau tanya,
mengapa aku suka segala sisi burukmu,
kau barangkali menganggap aku berbeda
berbeda dengan wanita biasanya,
yang tak mau diatur,tak mau terkekang dan berbatas.

ya, aku berbeda.
karna aku memilikimu, sedang mereka tidak.

aku memilikimu yang mencintaiku dengan hati,
yang membimbingku dengan yang kusebut cinta
yang marah padaku berulang kali namun tak lupa jalan kembali

aku berbeda,
karna aku memilikimu,
sedang mereka tidak.
ku tegaskan lagi,
aku memilikimu!

aku memiliki lakilaki hebat,
sekeras apapun takdir menjaraki kita,
lakilaki-ku selalu tau jalan pulang,
lakilaki-ku selalu tau bagaimana cara membuatku jatuh cinta berkali kali selepas kecewa bertubi tubi yang sebenarnya ia berikan sendiri.

aku memiliki lakilaki tangguh,
yang senyumnya mampu menghidupkan yang hampir mati,
yang genggamannya mampu menguatkan yang melemah diri,
yang bulu mata lentiknya mampu terus menerus menjatuhkan hati,
dan, pundaknya yang selalu bersedia di sandari..

sungguh,
pada hatimu,
aku ingin berpulang.
berdamai disana,
bahagia disana,
dan menghabiskan senja hingga embun menyapa,
bersamamu,
lelaki ku.

Kamis, 26 Juli 2018

Sakit yang Merindu

jangan bosan ya, dinding blog :'
malam ini rasanya berbeda,
lelahku rasanya ingin segera diistirahatkan.

suhu badan tak diinginkan
tulang dan sendi seakan ingin mengajak berhenti
tenggorokan tak lagi berkompromi
hidung apalagi...

kau tau?
apa yang ada difikiranku pertama kali merasakan ketidakwarasan atas badan ini?
letaknya di kalimat pertama paragraf ini.

entah rasanya sangat rindu sekali,
ingin kembali bercengkrama,
bertukar cerita yang layaknya drama,
memakan camilan sederhana dengan ditemani langit cerah dunia
tanpa memikirkan efek rindu yang teramat
tanpa memikirkan berapa kilometer jarak
tanpa memikirkan berapa lama tak bertatap

mengingatmu saja menghangatkan hatiku,
setengahku..
semoga bertemu dilain waktu.

jaga kesehatanmu selalu
kau harus doakan aku pula
agar sehat selalu
agar tetap kuat menahan rindu

salam hangat
yang tak pernah kau izinkan melupamu
💝

Rabu, 25 Juli 2018

Ini Curang !

Dingin begitu menusuk,
selimut enggan untuk tak lusuh,
mentari sudah menampakkan secerca sinar lembut,
kicauan burung terdengar nyaring teragak riuh.

ibu sudah sibuk dengan segala omelannya,
sedangkan aku,
masih sibuk dengan mimpiku.
ditemukan denganmu.

kubuka kembali mata,
kuhirup lagi udara yang ada,
dan tibatiba..

ada wajahmu disana..

hei, kenapa bisa engkau ada dimana mana?
sedang kita tak bertukar berita,
pun tidak saling menyapa didunia nyata.
apa ini memang keajaibannya?

tibatiba saja,
aku rindu.
semalam rasanya aku sudah bertemu denganmu.
tapi kenapa?
kenapa tak berhenti?

rindu ini curang.
selalu berhasil menghabiskan waktuku untuk tak melupamu.
selalu berhasil membuatku merengkuh sendirian yang terbungkam.

betul, rindu ini curang.

Bukan, Akupun IYA

selamat malam, setengahku
selamat merebah ,
selamat merengkuhi rindu sendirian

tidak,
bukan,
salah.
bukan rindu sendirian.
aku pun iya,
aku pun merasakan,
aku pun tersiksa.

jarak,
tersangka utama.
tapi kau harus ingat,
kau harus selalu ingat.

keajaiban doa tak salah,
kebesaran doa tetap,

ia mendekatkan yang jauh,
ia membayar yang rindu,
ia menghubungkan yang berjarak,
dan ia
menyatukan apa yang sudah kita langitkan.

selamat tidur , jangan lupa untuk senyum .
buat aku semakin iri pada mereka yang mampu menatapmu seseringkalinya.

semoga mimpi indah, yang tak mengizinkanku melupa 😊