Jumat, 31 Agustus 2018

Lelah

Ada begitu banyak alasan
mengapa aku harus merasakan
kelelahan dan kebosanan.
dunia, sungguh.
aku membencimu.

ada yang rasanya terus menghantui,
tapi tak ada yang mengerti,
ada rasanya aku ingin istirahat,
tapi dunia seakan membuatnya kian sekarat.

memang ini pilihanku dulu,
membagi otakku untuk beberapa pilihan,
aku menikmatinya,
tapi aku lupa,
ada yang harus aku lebih cintai dulu,
diriku..

tapi sayang,
aku terlanjur mengorbankan diriku hanya untuk inginku,
diperbudak dunia,
di terbangkan angan,
dan kemudian,
dijatuhkan dalam ketersungkuran.

tidak ada yang mengerti,
tidak ada yang mendengar,
tidak ada yang peduli,
tidak ada yang menguatkan.

dan
aku sadar,

Allah satu satunya harapan
Allah satu satunya yang tak pernah enggan mendengar
Allah kekasihku
Allah kekuatanku.

Allah, kuatkan aku lebih dari ini
tabahkan aku lebih dari kemarin
sehatkan aku dari kesakitan
sembuhkan aku dari kemalasan
dan,
bahagiakan aku dengan surga.

Biar Allah saja

Rasanya,baru sejenak aku merasakan hadirmu kembali.
merasakan hangatmu lagi,
merasakan engkau ada disisi,kembali berbagi.
layaknya kemarin.

rasanya baru kemarin aku menganggap senyummu untukku.
rasanya baru kemarin pula, aku menganggap hatiku kembali utuh.

tapo faktanya,
Allah membalikkan hatimu kembali.
ya memang kuasa Allah untuk itu,
tapi rasanya,
seakan palu kembali menghujam,
seakan pisau kembali menyayat,
seakan garam kembali tertabur diatas luka.
rasa itu,
kembali..

aku tahu, kita berjarak bukan lagi soal remeh.
aku tahu, ada segala sesuatu didepan yang harusnya diperjuangkan,
bahkan hingga matimatian.
pun aku tau, kita tak seharusnya sedemikian.

bukannya aku menyerah,
aku hanya ingin meletakkan hatiku atasmu saja,
tak ingin kepada yang lainnya.

cukuplah bagiku Tuhanku, Orangtuaku, dan kamuku.
tidak dengan yang lain.
biar berhenti dikamu,saja.
tidak dilainnya.

Aku hanya bisa menulis disini,
menuliskan apa yang ku mau,
apa yang aku mampu,
dan apa yang aku butuh.

engkau adalah bagian banyak dari ceritaku,
bagian setengah penting setelah orangtuaku,
bagian terbahagia setelah senyum ibuku,
bagian teringin aku capai hingga akhirku.

jaga dirimu,hatimu,matamu dan segalamu.
aku masih sama,
wanitamu.
yang dengan akan sangat bangga ketika teguh menunggumu,
yang dengan akan sangat bangga mengusahakanmu didoa sujud dan otot tangannya. sekuatnya.

jadilah lelaki, yang tetap seperti ini.
kupercayakan hatiku,atasmu.

mas....

Kamis, 23 Agustus 2018

Acak Adut

Aku mengenalmu,
engkau masih sama seperti dulu.

teramat bodo amat dengan penilaian manusia,
kau hanya ingin menatapku saja.

terlebih,
rambutmu acak adut,mas
hehe

aku akan sangat bahagia, ketika kuingatkan engkau untuk mencukurnya,
tapi,
kau selalu membuatku terkesima,
dengan jawabannya..

kau hanya ingin dilihatku,
kau hanya ingin baik didepan mataku,
kau tidak ingin nampak baik didepan yang lain,
karna kau tau,
sangat tau,
aku pecemburu.

beruntung sekali hatiku kutempatkan padamu,
tau bagaimana harus menjaga,
tau bagaimana agar bahagia,
dan tetap masih pada batas wajar mencinta.

menatap rambutmu saja, rasanya jari jariku ingin terbang disana,
sesekali ikut mengacak-acaknya,
sesekali pula memanjakannya,
Hahaha.

sudahlah,
terlalu pagi untuk menceritakan mu disini,
tapi,terlalu berat pula untuk hanya diam ketika rindu menyeruak.
aku rindu.
seperti biasanya.

Minggu, 19 Agustus 2018

Selamat Bertemu kembali

hehe

ku tak bisa tidur,
rasanya hanya ingin senyum senyum.

dinding blog pasti faham, siapa gerangan yang menjadi alasan.

ya,besuk adalah hari pertama

kita kembali
bertemu di tempat dimana kita ditemukan
dimana tempat engkau mulai diam diam mencuri perhatian
dimana tempat hatiku terpaut

hingga sekarang,
tak ada yang berubah,
semua masih sama
seperti awal.

aih,
bagaimana bisa aku jatuh sejatuh jatuhnya?
bagaimana bisa aku merasa terus berbunga bunga sekedar mengingatmu saja?
lalu,
bagaimana bisa aku terus mabuk kepayang ,
padahal,
kita tak saling berkabar..

lucu sekali kisah kita,
selalu ingin tertawa membayangkannya.
dan selalu ingin bersyukur dihadirkanmu.

sudah ya,
menceritakanmu tak ada habisnya.
aku siapsiap,
dandan yang cantik , biar kamu terus rindu denganku hehe

see u , mas..

- IAIN Surakarta, Tempat jatuh dan saling terpaut -

Senin, 13 Agustus 2018

Tak Ingin Lagi kah?

hari ini,
segalanya aku persiapkan,
sebaiknya..

akupun menerka-nerka,
apa yang semestinya aku perbincangkan,
apa yang semestinya aku sampaikan,
dan sampai pada tahap apa aku menahan kerinduan..

tak lupa,
aku mempersiapkan menatapmu,
melihat kembali wajah  yang kurindu,

tapi...

engkau tak ada.
engkau tak hadir.
engkau tak disini.

semenyebalkan ini merindukanmu,tuan?
menahan hingga aku,ah bosan.
namun,jika tidak,
aku harus apa?
memaksamu disini? sedang ada yang harus disana kau perjuangkan mati-matian?

katakan,
tolong katakan..

bahwa engkau masih ingin melihatku pula,
menceritakan kehidupan yang tak kubersamai,
menceritakan likaliku yang sendirian kau nikmati..

katakan pula,
bahwa engkau merindukanku jua.
bahwa engkau menahannya jua.
bahwa engkau merasakannya .

sekalipun kuucap sejuta kali sajak rindu, rasanya semua percuma.
tak ada gunanya,

jarak masih menang,atas segalanya.

jaga dirimu baik baik,
mas.
😢

Kamis, 09 Agustus 2018

Nisyfa Qolby

Entah ini sudah hari keberapa,
rasanya aku sudah tak ingin melewati segalanya sendirian,
tetapi, aku juga merasa bahwa aku pun belum terlalu pantas untuk kita di satukan,

aku bukan lah apa yang sebagaimana kau inginkan,
sedang engkau,
adalah apa yang mereka idam idamkan.

aku, hanya mengandalkan doa ditiap tahajud serta sujudku
mengaharapkan ridhoNya agar disatukanNya pula

aku, hanya mengusahakan apa yang mampu kugenggam dengan tangan,
mengusahakan dari sisi lain perekonomian sekiranya nanti mampu membantumu meringankan.

aku, hanya terus tanpa henti meminta,
agar RabbMu senantiasa menjagamu,
mensehatkanmu dari sakitmu,
memperlancar penjagaanmu atas kalam kalam sang ArRahman.

aku, yang sebisaku menjaga kepercayaanmu,amanahmu dan segala perasaan serta pertanyaan yang menghujamku.

jujur saja, banyak yang datang menawarkan yang menyenangkan.
tapi,
ah rasanya tak sama.
aku egois, aku ingin kau saja.

mendoakan kebaikan bagimu rasanya sudah lebih dari cukup..

Segeralah pulang, Nisyfa Qolby ku...

Selasa, 07 Agustus 2018

Menambah rindu

Kata siapa?
bahwa temu adalah obat rindu?

kata siapa?
bahwa mendengar suaramu adalah obat kelu?

kata siapa?
bahwa menatap mata&senyummu mampu menenangkan yang lesu.

aku mengingkarinya.
aku tak mempercayainya.
aku tak bisa menjadikannya patokan.

itu bohong.

bagiku,
temu hanya menambahi rindu.
menatapmu hanya menyempurnakan lesuku
dan menatap mata & senyummu, memperelok ketidakbisaanku tanpamu...

selain membisikkan namamu,
selain mendoakan kebaikan atasmu,
selain mengusahakan yang terbaik buatmu,

apa yang aku bisa?
apa yang akan aku tunjukkan nantinya?
apa yang akan aku banggakan didepanmu?
apa yang akan aku perlihatkan padamu sebagai Aku penunggu sejatimu?

aku tak punya apa apa.
pun aku tak kuasa atas apa.

aku hanya mampu mendoa,
aku hanya mampu berusaha,
aku hanya mampu melakukan segalanya,
dari sisi yang berbeda,
dari kejauhan,
yang tak kau pandang..

setengahku,
aku merindukanmu..
sungguh.....

😢

Senin, 06 Agustus 2018

Lagi

Demi Allah,
aku rindu..

aku ingin dikuatkanmu..
aku ingin,menatapmu..

Allah,
maafkan aku.

mencintai makhlukMu melebihi cintaku padaMu..

Allah, maafkan aku..

merindui makhlukMu melebihi rinduku pada Utusan mu yang Shiddiq..

Allah
Allah
Allah

jaga ia..
jaga ia..
dan,
jaga ia..

aku tak mampu lagi berkata selainnya..

aku tau, engkau lebih mampu menjaga atasnya,terlebihku dengan kekuranganku..

Allah
tuhanku..

Jaga hatinya...
kumohon...

Allah Allah Allah...
Maafkan aku,maafkan kami..

☹️

Jumat, 03 Agustus 2018

Semoga baik-baik saja

Hai,
apakabar?
lama tak bersua..
lama pula tak jumpa..

bagaimana harimu?
menyenangkan kah?

lalu,bagaimana kesehatanmu?
membaikkah?
jaga dirimu baikbaik disana,ya..

bagaimana apa pun yang engkau lalui?
beratkah?
menyenangkan kah?
mengesankan kah?
atau,
berbalik seperti yang tak kamu inginkan?

jika iya atau tidak,
tetap berceritalah,
aku ingin mendengarkannya,
aku ingin menyimaknya,
aku ingin menertawainya,
dan aku ingin,engkau membagikannya.

jika engkau tanya,
bagaimana dengan aku..

aku akan menjawab..

hari hari ku berat,

hari hariku penat,

hari hariku tanpamu,lagilagi...

mas,
mas,
mas........

semoga engkau mendengar,
bahwa aku ingin didengarmu.

semoga engkau mengerti,
bahwa aku ingin engkau disini,
mendengarkan tiap apa yang kan ku bagi.

mas,
jika ada kehadiranmu,
aku percaya,
apa yang aku sangga tak lebih berat dr ini.

mas,aku pun percaya,
jika ada mu disini akan menguatkan..

mas,
mas,
mas......

sungguh,
aku rindu.