Sabtu, 24 November 2018

Salahmu

kau mengatakan,
jangan mencintaimu dengan sangat
karna nantinya
kau mengecewakan.

lalu, bagaimana bisa aku melakukan?
ketika sudah mu terlanjur menemukan sebagian
sebagian yang hilang
dikamu?

seenak itu menepis rasaku
semudah itu mengatakan tak mencinta
semudah itu hatimu tega

jikapun bisa,
aku ingin berhenti sedari dulu
tidak mencintaimu
tidak mengenalmu
tidak terbiasa menatapmu

tapi, ini salahmu
kamu yang mengambil hatiku
kamu yang mengejarnya
kamu yang entah itu berpura pura atau memang kamu memperjuangkannya

tapi kamu pula,
yang mengecewakannya
membuat seolah ini tidak akan berakhir menjadi apa apa
kamu yang menuntutku menjauh
hingga aku tak bisa merengkuh
bagaimana aku menjadi aku.

kuat tak kuat,
cinta tak cinta,
sayang tak sayang,
aku terlalu jauh
sampai dititik ini

kembali kepada siapa,
kuanggap kau rumah.

berbalik kearah siapa,
kuanggap kau tujuan.

maju menuju apa,
ternyata aku tidak pernah menjadi dermaga.

aku membencimu.
seterusnya.

Kamis, 08 November 2018

Kembali Asing

Kita kembali pada titik ini,

titik dimana,
aku tak mengenalmu lagi.

titik dimana,
engkau adalah berbeda.

titik dimana,
aku merasa aku bukan siapa-siapa.

titik dimana ,
segala pesan tidak bermakna.

titik dimana ,
aku tetap ingin kau ada tapi nyatanya tidak.

Harus dimulai dengan apa aku menuliskanmu?
dimulai dengan kekecewaanku, ketidakpahamanmu , kemudian saling diam kita?

terlalu naif menceritakan disini sedangkan mengatakan padamu saja aku bisa.

kita itu, satu masih dalam ego, satu masih dalam harapan yang terlalu dalam.

ah aku ini nulis apa. gajelas