Sabtu, 27 April 2019

Rindu juga?

Malam ini,
sebenarnya aku ingin segera tidur.
berusaha kuat menutupi segala rindu yang bahkan-entahlah kau tau tidaknya.
aku sudah coba menutupkan mataku, mencoba menjejaki alam alam mimpi.

tapi tiba tiba,
hujan turun. deras. berangin
mengingatkanku kepadamu,yang sepertinya sedang dalam sebuah yang jauh-tanpa aku kan,pastinya? :)

inginnya aku,
mengirim beberapa kekhawatiranku,
seperti..
"hei,hujan. berhentilah sejenak dijalanan, cari tempat teduh yang nyaman".
atau
"sudah sampai dimana? kehujanan? segera mandi dan ganti baju serta menyeduh sesuatu yg hangat disana".

tapi ternyata,

jauh dari khawatirku, kau baik-baik saja.
selalu nampak baik-baik saja. tanpa aku kan,pastinya? :)

ya baiklah,
hanya melalui tulisan tak tahu malu ini aku bisa mengatakan bahwa aku mulai merindukanmu,
dibawah rintikan hujan, dipelukan dinginnya malam.

kamu bagaimana?
rindu aku juga?
kurasa tidak, nyatanya,kau tak berkabar. sampai sekarang.

bencimu mungkin jauh lebih besar, daripada rindumu.

tak seperti aku,
sebesar apapun salahmu, aku tetap menyayangimu.
memang aku,pecintamu yang tak tau malu.

salam rindu,
tetaplah menjaga kesehatanmu.

aku masih sayang kamu.

Kamis, 25 April 2019

Memulailah

lama ya, tak bersua..

lama juga, tak duduk berdua.

apa kabar?
baik kah dengan berpura-pura tetap berbagi tawa?
bahagia kah menahan diri menanyakan tiap keadaan?

apakah hanya aku saja?
yang merasakan sesaknya dada,
karena rindu yang mengejar dan tak mengizinkan beristirahat?

sesungguhnya,
akan ada baiknya jika kau memulainya.
aku enggan,bukan karna aku tak mau.
aku hanya takut mengganggumu, aku takut amarahmu masih sama seperti saat lalu,aku takut aku makin membuatmu benci.

hey tapi...

aku rindu.
rindu sekali.
sangat.

coba lah memulainya dulu,
coba lah menanyakan bagaimana keadaanku,

aku rindu.
aku rindu.
aku
rindu.

Minggu, 21 April 2019

Rindu tapi Benci Kamu

aku rindu saja. sudah

aku ingin menangis didepanmu saja. cukup

tidak lebih dari itu.

Senin, 01 April 2019

Berbeda adalah kita

sebenarnya,
inginnya hatiku aku mampu menuliskan tiap tiap kejadian agar terkenang,
inginnya jariku tiap bahagia atau berduka menulis disini agar ini terisi,
imginnya pula, aku bisa merangkai kata-kata yang sekiranya bisa mewakili perasaanku tiap hari.

tapi,
ternyata ketika aku bahagia aku lupa, bahwa kebahagiaan itu juga harus aku tulis.
agar nanti , ketika sedang tidak bahagia aku bisa kembali membacanya.
agar nanti, aku bisa mengingat bahwa kita masih baik baik saja.

dan sekarang,
baiklah, aku menulis, aku mengakui, aku sedang tidak bahagia.

kukira , lama nya kita berdampingan menjadikanmu faham, bahwa kita adalah dua yang berbeda yang harusnya dimaklumi.
kukira, lama nya kita berjalan beriringan menjadikanmu faham, bahwa seirama tak berarti sama .

Tuhan menciptakan kita berbeda,
aku dengan yang kupunya, engkau dengan yang kau punya.
aku dengan segala kurangku, ditutupi dengan engkau beserta lebihmu.
sebenarnya, sesederhana itu.

jika saja, dalam hal pemikiran, kau tidak bisa menerima pemikiranku, bagaimana mungkin engkau bisa menerima kurangku? menerima cacatku? aku tak lagi yakin engkau bisa menerimaku dengan apa adanya.

sebenarnya, mau mu mendapatkan yang bagaimana?
yang terus-terusan sama denganmu? atau yang mau dipaksa sama denganmu?
sama sama kurang, sama sama tak punya kelebihan?
atau sama sama sempurna?

jika iya, tolong...
jangan denganku, denganlah mereka yang sama denganmu.
aku tak yakin engkau menerima cacatku.