:)
aku capek
Senin, 14 Oktober 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Patah
kamu benar,
bahwa didunia ini tidak ada yang setia.
kecuali tuhan kita.
bahkan kita pun, tak setia.
kamu dengan dia.
aku dengan penyesalanku.
aku dengan patahku.
kamu dengan ketidakmampuanmu menjaga aku.
salah apa aku?
kurang apa aku?
Minggu, 25 Agustus 2019
Kesan Bosan
Kamu barangkali menyadarinya,
karena akupun menyadarinya.
semakin kita berjalan,
semakin tanpa kesan,
semakin nampak pula kamu bosan.
Semakin kita berjalan pula,
rasanya amat berat berdampingan,
denganmu.
yang
makin
jauh
dan tak lagi kukenal.
ada apa?
sudah mencintai yang lain?
kenapa?
aku terlalu banyak kali membuatmu kesal diri?
aku sering memusingkan isi kepala dan hati?
aku terlalu merepotkan?
banyak pula aku dengar,
ia lebih cantik.
ia lebih menarik.
inginnya aku biasa, menghiraukan segalanya.
tapi aku perempuan,
perempuan biasa.
sudahlah, aku gakuat.
kalo memang cinta dia, dan dia bisa lebih bersabar dari aku,
bersamai dia.
Rabu, 14 Agustus 2019
maaf,ya
maaf ya,
untuk selalu tidak mendengarkanmu.
yang diutamakan olehku hanya egoku.
maaf ya,
jika pening dikepalamu itu adalah karena "aku"
maaf ya,
jika banyak ketidak adilan yang kamu terima atas menyayangiku,
kamu begitu baik, sedang aku jauh dari baik.
kamu begitu sayang, sedang aku masih banyak meragukan.
maaf ya,
jika banyak hal yang terenggut karena aku,
dan maaf lagi,
membuatmu kesal berulang kali hanya untuk aku yang menyebalkan ini.
lain kali, biar aku mengusahakan sendiri.
memenuhi hakmu,
dan membalas juga kebaikan-kebaikanmu.
maafkan aku ya,
yang datang merebut hatimu, tapi banyak merenggut hal hal dihidupmu.
maafkan aku juga ya,
yang masih menomor satukan egoku,
melupakan lipatan lipatan masalah di otakmu,
dan melupakan kebahagiaanmu.
masih boleh aku menyayangimu dengan segala kegagalanku sebagai pendamping ini?
masih boleh aku menjadi alasanmu melekukkan pipimu selepas banyak bebanmu karena aku yang tak begitu baik ini?
Jumat, 09 Agustus 2019
Denganku menyebalkan,kan?
tak perlu membaca isi, cukup dengan membaca judul kau sudah paham tentunya dengan ini.
sejauh ini denganku,
selama ini bersamaku,
dan seerat ini genggamanmu,
makin hari aku faham aku makin menjadi.
tak memperbolehkan mu serba itu dan ini.
marah karna hal hal kecil .
dan banyak berprasangka akan hal nihil .
sebenarnya ,
hanya satu alasan.
ini adalah bentuk kembali.
bagaimana kau dulu memperlakukan aku,
dan sekarang kembali kepada ,aku memperlakukanmu demikian.
disengaja? tidak.
inginnya aku tak begitu.
inginnya aku sepenuhnya engkau merasa ada dan nyaman.
engkau merasa berada di rumah yang hangat, tak banyak percikan amarah yang ada hanya cerita dan kita.
tapi bagaimana bisa,
ketika kita berjarak,
tapi...
sudahlah
aku wis raiso soksokan nulis puitissssssssssssss
emosiiiyyyyy
cemburuuuuuu
mbohhhhhhhhh.
Selasa, 06 Agustus 2019
Biasa saja
semakin manusia mencintai manusia yang lain,
maka semakin dan semakin pula ia ingin selalu ada didekatnya,
tahu tiap langkah yang ia ketukkan,
tahu tiap detik apa yang ia lakukan,
dan tahu tiap apa yang ia pandang,
tapi menyebalkannya,
tak bisa jauh juga.
jikapun jauh, rasanya juga tak mau.
jikapun jauh, yang ada difikiran hanya ia tak menjaga, ia beralih, dan ia tak lagi "disini".
inginnya aku tak berfikiran seperti itu,
tapi bagaimana lagi,
resiko tiap kedekatan kita berbuah seperti ini.
aku cemburu? iya jelas.
tak terima? apalagi.
rasanya seperti dikhianati, tak dipercaya lagi.
padahal, aku tau...
itu hanya ada difikiranku.
apalagi yang bisa aku lakukan?
selain bersikap biasa saja,
selain bersikap iya iya saja.
dan tetap menganggap segalanya untuk menjadi sebuah "ketidak-apa-apa-an".
hahaha.
yasudah, tak berharap kau baca.
lebih lebih tak berharap kau ketahui.
aku menulis sudah lebih dari cukup sebagai obat.
Senin, 29 Juli 2019
Indah
Aku tau kau bosan membaca ini,
tapi kali ini aku tak lagi ingin menuliskanmu puisi.
bukan pula menuliskan patah hatiku yang kemarin, bukan.
aku hanya ingin menuliskan.
terimakasih kepada Ia pemilik bumi dan isinya.
serta pemilik hatimu seutuhnya.
terimakasih kepada Ia yang mengizinkan aku didekatmu , menikmati ciptaannya.
dan terimakasih kepada Ia yang menghadirkanmu kepada aku-yang jauh dari kata lengkap nan sempurna.
dan kamu,
iya kamu...
kenapa? senyum senyum..
senyummu indah, boleh aku menjadi alasan nya?
boleh aku menikmati seterusnya?
kamu,
indah...
untuk tiap kurang dan lebihmu.
untuk tiap marah dan maafmu.
untuk tiap curiga dan khawatirmu.
untuk tiap rasa benci dan sayangmu.
serta untuk tiap rasa yang sudah dilewati bersama.
kamu, lebih dari cukup buatku.
berjalan bersama, ya?..
aku, menyayangimu .
Rabu, 05 Juni 2019
Sabtu, 27 April 2019
Rindu juga?
Malam ini,
sebenarnya aku ingin segera tidur.
berusaha kuat menutupi segala rindu yang bahkan-entahlah kau tau tidaknya.
aku sudah coba menutupkan mataku, mencoba menjejaki alam alam mimpi.
tapi tiba tiba,
hujan turun. deras. berangin
mengingatkanku kepadamu,yang sepertinya sedang dalam sebuah yang jauh-tanpa aku kan,pastinya? :)
inginnya aku,
mengirim beberapa kekhawatiranku,
seperti..
"hei,hujan. berhentilah sejenak dijalanan, cari tempat teduh yang nyaman".
atau
"sudah sampai dimana? kehujanan? segera mandi dan ganti baju serta menyeduh sesuatu yg hangat disana".
tapi ternyata,
jauh dari khawatirku, kau baik-baik saja.
selalu nampak baik-baik saja. tanpa aku kan,pastinya? :)
ya baiklah,
hanya melalui tulisan tak tahu malu ini aku bisa mengatakan bahwa aku mulai merindukanmu,
dibawah rintikan hujan, dipelukan dinginnya malam.
kamu bagaimana?
rindu aku juga?
kurasa tidak, nyatanya,kau tak berkabar. sampai sekarang.
bencimu mungkin jauh lebih besar, daripada rindumu.
tak seperti aku,
sebesar apapun salahmu, aku tetap menyayangimu.
memang aku,pecintamu yang tak tau malu.
salam rindu,
tetaplah menjaga kesehatanmu.
aku masih sayang kamu.
Kamis, 25 April 2019
Memulailah
lama ya, tak bersua..
lama juga, tak duduk berdua.
apa kabar?
baik kah dengan berpura-pura tetap berbagi tawa?
bahagia kah menahan diri menanyakan tiap keadaan?
apakah hanya aku saja?
yang merasakan sesaknya dada,
karena rindu yang mengejar dan tak mengizinkan beristirahat?
sesungguhnya,
akan ada baiknya jika kau memulainya.
aku enggan,bukan karna aku tak mau.
aku hanya takut mengganggumu, aku takut amarahmu masih sama seperti saat lalu,aku takut aku makin membuatmu benci.
hey tapi...
aku rindu.
rindu sekali.
sangat.
coba lah memulainya dulu,
coba lah menanyakan bagaimana keadaanku,
aku rindu.
aku rindu.
aku
rindu.
Minggu, 21 April 2019
Rindu tapi Benci Kamu
aku rindu saja. sudah
aku ingin menangis didepanmu saja. cukup
tidak lebih dari itu.
Senin, 01 April 2019
Berbeda adalah kita
sebenarnya,
inginnya hatiku aku mampu menuliskan tiap tiap kejadian agar terkenang,
inginnya jariku tiap bahagia atau berduka menulis disini agar ini terisi,
imginnya pula, aku bisa merangkai kata-kata yang sekiranya bisa mewakili perasaanku tiap hari.
tapi,
ternyata ketika aku bahagia aku lupa, bahwa kebahagiaan itu juga harus aku tulis.
agar nanti , ketika sedang tidak bahagia aku bisa kembali membacanya.
agar nanti, aku bisa mengingat bahwa kita masih baik baik saja.
dan sekarang,
baiklah, aku menulis, aku mengakui, aku sedang tidak bahagia.
kukira , lama nya kita berdampingan menjadikanmu faham, bahwa kita adalah dua yang berbeda yang harusnya dimaklumi.
kukira, lama nya kita berjalan beriringan menjadikanmu faham, bahwa seirama tak berarti sama .
Tuhan menciptakan kita berbeda,
aku dengan yang kupunya, engkau dengan yang kau punya.
aku dengan segala kurangku, ditutupi dengan engkau beserta lebihmu.
sebenarnya, sesederhana itu.
jika saja, dalam hal pemikiran, kau tidak bisa menerima pemikiranku, bagaimana mungkin engkau bisa menerima kurangku? menerima cacatku? aku tak lagi yakin engkau bisa menerimaku dengan apa adanya.
sebenarnya, mau mu mendapatkan yang bagaimana?
yang terus-terusan sama denganmu? atau yang mau dipaksa sama denganmu?
sama sama kurang, sama sama tak punya kelebihan?
atau sama sama sempurna?
jika iya, tolong...
jangan denganku, denganlah mereka yang sama denganmu.
aku tak yakin engkau menerima cacatku.
Senin, 11 Februari 2019
Yang paling
Kau paham?
apa yang membuatku paling bahagia?
ya, dijadikan satu satunya.
ditempatkan pada rencana rencana didepan.
menjadi telinga ketika kau gusar,
menjadi lengan ketika sesekali kau kelelahan,
dan menjadi alasanmu tersenyum.
dan kau juga paham,kan?
apa yang membuatku paling merasa terjatuh dan tak diinginkan?
ya, ketika aku tahu bahwa sebenarnya bukan aku.
aku tidak pernah menjadi.
aku tidak kau bentuk agar menjadi.
kau hanya menuntut tak memaklumi.
ya, ketika aku tahu bahwa sebenarnya yang pernah dirangkai kata hanya pemanis belaka.
tidak ada aku disana,sebenarnya.
dan,
kau tidak berjuang apa apa.
Mencoba , sesusah itu?
Menjadi perempuan yang mencintai satu laki laki,
tidak mudah.
Menjadi laki laki , kufikir juga tidak lebih mudah.
tapi, apa salahnya?
meyakinkan yang perlu diyakinkan.
aku ragu,
bukan karena aku tidak mencintaimu.
justru karena aku mencintaimu,
dan ingin bersanding denganmu,
aku ingin diyakinkan.
bahwa memang kamu pantas untuk diperjuangkan sampai titik ini.
tapi kenapa,
mohon jelaskan,
ketika aku hanya ingin diyakinkan,
ketika aku hanya ingin tau dimana kesungguhanmu,
ketika aku hanya ingin tau dititik apa aku akan kau tempatkan,
kau seakan akan
menjelaskan
bahwa aku samasekali tidak disana
aku tidak menjadi apa apa
aku bukan apa apa
aku tidak mencapai apa yang hendak kau capai sebagai pendampingmu
aku tidak memenuhi sebagai itu
lalu
selama ini
aku
apa?
:)