sebenarnya,
inginnya hatiku aku mampu menuliskan tiap tiap kejadian agar terkenang,
inginnya jariku tiap bahagia atau berduka menulis disini agar ini terisi,
imginnya pula, aku bisa merangkai kata-kata yang sekiranya bisa mewakili perasaanku tiap hari.
tapi,
ternyata ketika aku bahagia aku lupa, bahwa kebahagiaan itu juga harus aku tulis.
agar nanti , ketika sedang tidak bahagia aku bisa kembali membacanya.
agar nanti, aku bisa mengingat bahwa kita masih baik baik saja.
dan sekarang,
baiklah, aku menulis, aku mengakui, aku sedang tidak bahagia.
kukira , lama nya kita berdampingan menjadikanmu faham, bahwa kita adalah dua yang berbeda yang harusnya dimaklumi.
kukira, lama nya kita berjalan beriringan menjadikanmu faham, bahwa seirama tak berarti sama .
Tuhan menciptakan kita berbeda,
aku dengan yang kupunya, engkau dengan yang kau punya.
aku dengan segala kurangku, ditutupi dengan engkau beserta lebihmu.
sebenarnya, sesederhana itu.
jika saja, dalam hal pemikiran, kau tidak bisa menerima pemikiranku, bagaimana mungkin engkau bisa menerima kurangku? menerima cacatku? aku tak lagi yakin engkau bisa menerimaku dengan apa adanya.
sebenarnya, mau mu mendapatkan yang bagaimana?
yang terus-terusan sama denganmu? atau yang mau dipaksa sama denganmu?
sama sama kurang, sama sama tak punya kelebihan?
atau sama sama sempurna?
jika iya, tolong...
jangan denganku, denganlah mereka yang sama denganmu.
aku tak yakin engkau menerima cacatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar