Kamu barangkali menyadarinya,
karena akupun menyadarinya.
semakin kita berjalan,
semakin tanpa kesan,
semakin nampak pula kamu bosan.
Semakin kita berjalan pula,
rasanya amat berat berdampingan,
denganmu.
yang
makin
jauh
dan tak lagi kukenal.
ada apa?
sudah mencintai yang lain?
kenapa?
aku terlalu banyak kali membuatmu kesal diri?
aku sering memusingkan isi kepala dan hati?
aku terlalu merepotkan?
banyak pula aku dengar,
ia lebih cantik.
ia lebih menarik.
inginnya aku biasa, menghiraukan segalanya.
tapi aku perempuan,
perempuan biasa.
sudahlah, aku gakuat.
kalo memang cinta dia, dan dia bisa lebih bersabar dari aku,
bersamai dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar