semakin manusia mencintai manusia yang lain,
maka semakin dan semakin pula ia ingin selalu ada didekatnya,
tahu tiap langkah yang ia ketukkan,
tahu tiap detik apa yang ia lakukan,
dan tahu tiap apa yang ia pandang,
tapi menyebalkannya,
tak bisa jauh juga.
jikapun jauh, rasanya juga tak mau.
jikapun jauh, yang ada difikiran hanya ia tak menjaga, ia beralih, dan ia tak lagi "disini".
inginnya aku tak berfikiran seperti itu,
tapi bagaimana lagi,
resiko tiap kedekatan kita berbuah seperti ini.
aku cemburu? iya jelas.
tak terima? apalagi.
rasanya seperti dikhianati, tak dipercaya lagi.
padahal, aku tau...
itu hanya ada difikiranku.
apalagi yang bisa aku lakukan?
selain bersikap biasa saja,
selain bersikap iya iya saja.
dan tetap menganggap segalanya untuk menjadi sebuah "ketidak-apa-apa-an".
hahaha.
yasudah, tak berharap kau baca.
lebih lebih tak berharap kau ketahui.
aku menulis sudah lebih dari cukup sebagai obat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar