Selasa, 18 September 2018

Jahat

yang aku pahami selama ini,
aku adalah yang tidak pernah disyukuri,
hadir maupun pergi bukan lagi persoalan yang membebani.
ada maupun tiada, bukan lagi menjadi urusan membelitkan.

pada intinya,
aku adalah yang tidak pernah di inginkan.
sebaik apa, sematimatian apa aku memperjuangkan,
akhirnya,
bukan untuk aku segalanya ditujukan.

aku? kurang apa?

mencintaimu dengan sungguh aku bisa.
menunggumu aku bersabar.
menghadapi kerasmu aku melunak.
berhadapan dengan egomu aku memilih mengalah.

jikapun,
menurutmu yang lain adalah lebih bisa menerimamu,
yang lain lebih mampu bersabar menghadapimu,
dan yang lain lebih bertabah diri menghadapimu,
bersamai ia, jangan lagi bersamaku.

apalah aku..
wanita paling suka berlemah diri,
tak kuat dengan segala bentuk cemburu hati,
tak paling bisa membendung segalanya seorang diri,
diam menjadi aji paling terbaik ketika tersakiti.

ya memang,
apa bisaku?
nyatanya, aku tak pernah cukup dimatamu.
berbalik dengan mu dimataku,
engkau adalah cukup yang lebih
engkau adalah yang tidak dibandingkan dengan yang lain
engkau adalah yang menang sekalipun tidak ada perlombaan
engkau adalah yang...
terbaik.

engkau selalu indah dimataku,
selalu menjadi bagian dari doaku,
selalu menjadi bagian dari tujuanku,
dan kuharapkan menjadi akhirku.

sekalipun,
terlampau banyak lakilaki kuhindari,
terlampau banyak tawaran kebahagiaan dari hati yang lain,
dan terlampau banyak yang lebih baik.
tapi,
dimataku,
hanya engkau.
cukup bagiku.

ternyata,
aku terlalu pemaksa.
kembali kepada faktanya,
aku tak pernah cukup bagimu.
selalu ada yang baik menurutmu,
selalu ada yang lebih diatasku,
dan selalu, bukan aku yang kamu mau.

Padahal, bukan kali ini saja aku disakitimu.
terlampau banyak kali lagi yang lain kau sakiti,
ah aku cupu memang, menangis lagi dan lagi..
seakan baru kali ini disakiti.
padahal kan,
berulang kali...

kau jahat.
kau itu jahat.
bisa bisanya,
memandang wanita lain
dan berharap membersamainya
ketika aku,
bersusah diri menghadapimu,menunggumu,tabah denganmu, dan mengalah atasmu..

kau jahat,
teramat jahat.
ketika aku berbangga diri membanggakanmu didepan mereka,
engkau berbalik membanggakan mereka didepanku.
wanita mana yang kuat hatinya ?

berbalik arah lah,
lihat aku.
lihat mataku.
lihat tiap apa yang aku perjuangkan untukmu!
lihat tiap sakit yang terus aku sabari!
lihat,
matamu fokuskan saja ke aku, ke sakitku.
jangan kepada yang lain,yang diatasku.
karna akan selalu ada yang lebih baik ketika engkau hanya berfokus pada kurangku,lemahku, dan ketidakberdayaanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar