Minggu, 28 Oktober 2018

aku menyakitimu?

kupikir berulang ulang kali,
kudalami sedalam mungkin,
kuresapi setiap apa yang ku lewati.

kau mengatakan,
aku menyakitimu?

padahal, seingatku...
aku adalah yang selalu mengusahakan prioritasmu.
kemudian
aku adalah yang lupa diriku untukmu
dan,
aku adalah yang tidak lagi menomor satukan bahagiaku setelah orangtuaku selainmu.

bukanya,
selama ini...
aku yang terus dibuat menangis?
oh,atau mungkin..
menangisnya perempuan bukan selalu berarti dia sakit dan disakiti?
berbalik, dengan tangis nya perempuan adalah bukti ia menyakiti?

bukanya,
selama ini...
aku berusaha menuruti apa yang dikau hendaki,
jika salah , aku yang kau gerutui..
memangnya, membaik itu mudah?

bukanya,
selama ini...
aku menjaga hati, menjaga diri..
untuk siapa? kau tidak percaya?

hanya karna aku lupa diri sesekali bukan berarti aku seterusnya seperti itu, sayang..
hanya karna aku tidak menatapmu sesekali kemudian aku berpaling darimu, sayang..
hanya karna aku salah bicara dengan yang lain,bukan berarti aku tidak lagi menghargai adamu, sayang..

aku harus menjelaskan dengan apa?
kata saja tak mau kau dengar,
pembelaan apa lagi.

hampir hampir, rasanya ingin kubenarkan saja apapun yang kau tuduhkan padaku.
lelah membela diri sendiri, toh akhirnya tetap padaku salah ditujukan, dan kelukaan disangkakan padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar